RajaKomen
pesantren Al Masoem

Hukum Cosplay dalam Kacamata Islam

27 Nov 2023
109x
Ditulis oleh : Admin

Cosplay menjadi salah satu hal yang ramai dilakukan beberapa presenter kita di televisi. Kegiatan ini memang menarik beberapa pihak terutama kaum yang disebut dengan WIBU atau otaku, tapi sebagai umat muslim bagaimana hukumnya bercosplay menjadi karakter anime atau game yang disukai? Apakah boleh sebagai umat muslim untuk bercosplay ria? Yuk simak penjelasannya.

Hukum Cosplay dalam Kacamata Islam

Cosplay merupakan salah satu tren yang semakin populer di dunia, termasuk di Indonesia. Cosplay adalah singkatan dari "costume play", yang berarti kegiatan berpakaian seperti watak fiksyen, seperti dalam manga, permainan video, dan rancangan televisi seperti anime dan kartun. Cosplay sering dilakukan dalam acara-acara seperti festival, pameran, dan kompetisi.

Di Indonesia cosplay menjadi salah satu event yang dinanti nanti para pecinta anime, bagi beberapa anak muda kegiatan cosplay merupakan ladang untuk mencari uang, karena beberapa orang rela mengantri untuk berfoto bersama karakter karakter yang mereka cosplaykan dan itu tidaklah gratis harus membayar sesuai dengan tarif yang mereka patok. Selain itu kegiatan cosplay bagi para pelakunya juga menjadi salah satu hal yang dapat meningkatkan rasa percaya diri apalagi jika cosplay yang mereka lakukan sangat mirip dengan karakter yang mereka tiru baik itu secara fisik (cara berpakaian) dan dari berbagai macam armor dan pernak pernik yang dimiliki karakter tersebut. Lantas bagaimana islam menyikapi fenomena ini?

Dalam Islam, hukum cosplay dapat dilihat dari beberapa aspek, yaitu:

Aspek syariah

Dalam Islam, terdapat beberapa batasan dalam berpakaian, yaitu:

  1. Aurat wanita harus ditutupi, kecuali wajah dan telapak tangan.
  2. Pakaian harus menutupi seluruh tubuh, tidak boleh ketat atau transparan.
  3. Pakaian tidak boleh menyerupai pakaian lawan jenis.

Ketika aspek penilaian dari cara berpakaian juga sudah menjadi penentu apakah boleh atau tidaknya bercosplay. Jika melihat pada sudut pandang cara berpakaian jelas, bercosplay tidak diperbolehkan jika tidak menutup aurat. Sedangkan beberapa karakter dalam anime dan manga serta game kebanyakan adalah karakter karakter dengan aurat yang sangat terbuka, contoh gampang karakter dari Genshin Impact seperti Eula, Hu Tao, Furina, Navya, Barbara, Jean, Raiden Shogun, Shenhe, Ningguang, Nilou, Nahida, Fischl  and the best one Skirk dan game Honkai Star rail yang merupakan dua game yang memang sedang ramai diperbincangkan oleh kaula kaula muda saat ini. Rata rata karakter wanita di game tersebut dengan pakaian terbuka alias tidak menutup aurat walaupun pakaian tertutup rata rata pakaian yang mereka kenakan jelas ketat dan mengumbar aurat mereka. 

Apakah islam membolehkan hal seperti itu? Jelas tidak. Lantas bagaimana dengan fenomena Hijab Cosplay? Yaitu bercosplay syar’i dimana setiap cosplayer menggunakan hijab sebagai ganti dari “wig atau rambut palsu dari karakter yang mereka perankan. Tentu saja dengan pakaian yang tidak mengumbar aurat. Bagaimana dengan ini? 

Dari aspek syariah, cosplay dapat dihukumi sebagai berikut:

  1. Haram jika kostum yang dikenakan mendedahkan aurat, menyerupai pakaian lawan jenis, atau mengandung unsur kemaksiatan.
  2. Makruh jika kostum yang dikenakan tidak menutupi aurat dengan sempurna atau tidak sesuai dengan syariat Islam.
  3. Bisa jadi Halal jika kostum yang dikenakan tidak melanggar batasan-batasan syariah.

Aspek akhlak

Cosplay juga dapat dilihat dari aspek akhlak. Cosplay dapat menjadi sarana untuk berekspresi dan menyalurkan hobi, namun perlu diperhatikan agar tidak bertentangan dengan norma-norma agama dan sosial.

Berikut adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam cosplay dari aspek akhlak:

  1. Cosplay tidak boleh dilakukan dengan tujuan untuk mencari perhatian atau pujian dari orang lain.
  2. Cosplay tidak boleh dilakukan dengan cara yang melanggar norma-norma agama dan sosial, seperti berpakaian yang terlalu terbuka atau mengundang syahwat.
  3. Cosplay harus dilakukan dengan cara yang sopan dan santun.

Aspek tujuan

Cosplay juga dapat dilihat dari aspek tujuannya. Cosplay dapat dilakukan untuk tujuan yang baik, seperti untuk menyalurkan hobi, mengekspresikan diri, atau mempromosikan budaya. Namun, cosplay juga dapat dilakukan untuk tujuan yang buruk, seperti untuk mencari keuntungan atau menyebarkan kemaksiatan.

Berikut adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam cosplay dari aspek tujuan:

  1. Cosplay harus dilakukan dengan tujuan yang baik dan bermanfaat.
  2. Cosplay tidak boleh dilakukan dengan tujuan untuk mencari keuntungan atau menyebarkan kemaksiatan.

Berdasarkan penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa hukum cosplay dalam Islam dapat berbeda-beda, tergantung pada beberapa faktor, yaitu:

  1. Konten kostum
  2. Tujuan cosplay
  3. Cara cosplay

Tapi dari semua teori tersebut bisa dibantahkan dengan satu hadits yang bisa menjadi hal yang meyakinkan umat muslim bahwa haram hukumnya bercosplay apapun alasannya yaitu tersurat dalam hadits riwayat Ahmad ibnu Hanbal Rasulullah pernah bersabda dalam hadits yang diriwayatkan oleh Ahmad ibn Hanbal dan dalam haditsnya berbunyi : 

Man tasyabbaha biqaumin fahuwa minhum” 

yang artinya : 

“Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum maka ia termasuk di antara mereka.” 

Dengan satu hadits ini sudah sangat jelas bahwa siapapun diantara kaum muslim yang ikut serta menyerupai suatu kaum dalam hal ini adalah cosplay yang merupakan tradisi dari negara sakura Jepang, maka hukumnya adalah haram karena sama saja dengan ikut tren dari masyarakat non muslim. Oleh karena itu, umat Islam perlu berhati-hati dalam melakukan cosplay agar tidak melanggar syariat Islam.

Artikel Terkait
Baca Juga:
Intip Yuk Fitur Gadget Lipat

Intip Yuk Fitur Gadget Lipat

Gadget      

27 Feb 2019 | 1126


Di tahun ini berbagai gadget dengan bentang layar lipat mulai bermunculan. Sebut saja Samsung, yang telah mengumumkan Samsung Galaxy Fold yang merupakan telepon lipat dengan layar utama ...

Polri Tidak Pernah Menindaklanjuti Aduan Masyarakat ke Permadi Arya, Edi Kuntadhi, Denny Siregar dan Ade Armando

Polri Tidak Pernah Menindaklanjuti Aduan Masyarakat ke Permadi Arya, Edi Kuntadhi, Denny Siregar dan Ade Armando

Politik      

2 Jun 2021 | 448


Dari hasil pengamatan dari banyak aduan masyarakat terhadap ke tiga orang: Permadi Arya, Edi Kuntadhi, dan Ade Armando, Polri selalu membebaskan tanpa ada tindak lanjut, walaupun mereka ...

Cara Membuat Masker Alami Wajah

Cara Membuat Masker Alami Wajah

Kecantikan      

29 Apr 2021 | 666


Masker alami wajah bisa dibuat oleh siapa pun. Selain tidak  mengeluarkan biaya yang mahal. Artikel ini akan mengulas berbagai cara pembuatan masker dengan bahan alami dan mudah ...

Mengungkap Rahasia Kesuksesan Tonton Taufik Rachman, Pakar Internet Marketing yang Menginspirasi Ribuan Orang

Mengungkap Rahasia Kesuksesan Tonton Taufik Rachman, Pakar Internet Marketing yang Menginspirasi Ribuan Orang

     

28 Jul 2023 | 149


Tonton Taufik Rachman, seorang ahli pemasaran internet yang namanya telah menjadi inspirasi bagi ribuan orang. Sukses dalam dunia yang begitu kompetitif dan berubah dengan cepat seperti ...

Saat Corona, Hanyalah Sebuah Mobil Legendaris

Saat Corona, Hanyalah Sebuah Mobil Legendaris

Unik      

17 Maret 2020 | 649


kopimana.com - Beberapa bulan terakhir, Corona menjadi trending topic dimana-mana. Hal ini berkaitan dengan wabah virus yang tersebar di berbagai Negara. Namun, saat kita berbicara ...

Ini Dia 5 Tempat yang Tidak Boleh Dikunjungi Para Pembenci Ular

Ini Dia 5 Tempat yang Tidak Boleh Dikunjungi Para Pembenci Ular

Unik      

23 Apr 2020 | 625


Ular merupakan salah satu hewan yang banyak ditakuti oleh orang. Selain karena bisanya yang berbahaya dan mematikan, bentuk dari ular pun terkadang membuat banyak orang takut. Nah, jika ...

Copyright © KopiMana.com 2018 - All rights reserved
Scroll Top