rajaview
Waduh, Ratusan Cacing Muncul ke Permukaan Tanah, Pertanda Gempa?

Waduh, Ratusan Cacing Muncul ke Permukaan Tanah, Pertanda Gempa?

21 Apr 2020
113x
Ditulis oleh : Writer

Ratusan cacing yang sempat menggegerkan dengan muncul ke permukaan tanah di sejumlah tempat di Solo, Jawa Tengah, ditanggapi oleh Daryono, Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Daryono belum dapat memastikan bahwa kehadiran ratusan cacing tersebut merupakan pertanda akan terjadinya gempa.

Sebelumnya, kehadiran ratusan cacing tersebut dikaitkan dengan isu kemunculan gempa yang akan datang. Bukan tanpa dasar, gejala alam seperti gempa memang biasanya diawali dengan gejala ilmiah, seperti kemunculan cacing tanah secara massal.

"Munculnya cacing di beberapa tempat di Solo, akhir-akhir ini, tampaknya belum dapat dikatakan sebagai petunjuk akan terjadi gempa. Fenomena cacing di daerah tersebut berdiri sendiri, tidak didukung bukti-bukti alamiah lain beserta data anomali prekursornya," jelas Daryono, dalam keterangan tertulisnya Ahad (19/4) beberapa waktu lalu.

Pada tahun 1999, di Taiwan dilaporkan bahwa cacing tanah muncul di permukaan pada 10 hari sebelum terjadinya gempa Chi Chi. Selain itu, pada tahun 1975 sebelum terjadi gempat Haicheng, China, peristiwa yang sama pun terjadi.

Bahkan beberapa referensi lain seperti kajian Chen dan kawan-kawan (2000), Rikitake (1979), Whitehead dan Ulusoy (2013), dan Liso dan Fidani (2014) memperkuat bukti ilmiah tersebut.

Grant dan Conlan (2015) menyebutkan bahwa kemunculkan cacing tanah di permukaan menjelang gempa, erat kaitan dengan anomali gelombang elektromagnetik frekuensi rendah yang dilaporkan terjadi beberapa hari sebelum gempa bumi terjadi.

Daryono menambahkan, kemunculan cacing tanah di permukaan sebagai gejala akan adanya gempa besar, biasanya didukung dengan perilaku gejala alamiah tak lazim lainnya, misalnya dengan kemunculan ular di beberapa tempat, atau gonggongan anjing yang saling bersahutan. Daryono melanjutkan, bahwa bila tidak ada data penguat lainnya, kemunculan cacing tersebut dapat diduga merupakan akibat dari perubahan kondisi cuaca atau iklim yang mendadak.

"Jika tidak ada data dukung penguat lainnya maka munculnya cacing secara massal ke permukaan diduga diakibatkan perubahan kondisi cuaca, iklim, dan lingkungan yang mendadak, termasuk kemungkinan terpapar bahan kimia, seperti disinfektan dan lain-lain," jelasnya.

Meski demikian, karena Indonesia merupakan wilayah rawan gempa, masyarakat perlu senantiasa waspada, karena peristiwa gempa kuat dapat terjadi kapan saja, dimana saja, tanpa dapat diprediksi sebelumnya.

Baca Juga:
Sayangi Diri Kamu, Ikuti 4 Cara Sederhana Agar Hidup Lebih Sehat

Sayangi Diri Kamu, Ikuti 4 Cara Sederhana Agar Hidup Lebih Sehat

Tips      

24 Feb 2020 | 182


kopimana.com - Akhir akhir ini kita dikejutkan dengan merebaknya sebuah virus yang telah menelan banyak korban di Negeri Tirai Bambu Cina. Tepatnya berasal dari Kota Wuhan. Tidak hanya ...

Hari Buku se-Dunia Memperingati Kematian William Shakespeare? Cek Faktanya!

Hari Buku se-Dunia Memperingati Kematian William Shakespeare? Cek Faktanya!

Unik      

23 Apr 2020 | 110


Hari Buku Sedunia jatuh pada tanggal 23 April ini, dan dinikmati oleh para pencinta buku se-dunia. Perayaan yang digelar setiap tahunnya di tanggal ini, disambut dengan sangat baik oleh ...

Hilangkan Kerutan di Wajah dengan Bahan Alami Berikut ini

Hilangkan Kerutan di Wajah dengan Bahan Alami Berikut ini

Kecantikan      

25 Agu 2020 | 14


Dengan bertambahnya usia maka keelastisan kulit menjadi berkurang dan menimbulkan garis-garis halus serta kerutan pada wajah. Hal ini sebenarnya bukan masalah yang serius untuk ...

Mau Berlibur ke 26 Negara di Eropa? Kenali 5 Fakta Visa Schengen!

Mau Berlibur ke 26 Negara di Eropa? Kenali 5 Fakta Visa Schengen!

Wisata      

23 Apr 2020 | 47


Siapa yang tidak suka berlibur? Tentu, semuanya sangat menyukai hobi yang satu ini. Entah, untuk sekedar rehat dari aktivitas sehari hari, atau mencoba untuk mencari inspirasi. Banyak ...

Bagaimana Proses Kuretase Dilakukan

Bagaimana Proses Kuretase Dilakukan

Fakta      

30 Mei 2020 | 292


Pada saat seorang wanita dinyatakan hamil tentunya tidak mengharapkan terjadi sesuatu yang buruk pada kehamilannya. Namun tidak semua wanita hamil mendapat kesempatan untuk mengandung ...

Dwi Larso Calon Kuat Rektor ITB 2020-2025

Dwi Larso Calon Kuat Rektor ITB 2020-2025

Tips      

3 Okt 2019 | 172


Institur Teknologi Bandung atau ITB beberapa hari lagi akan mengumumkan 10 calon Rektor yang rencananya akan diumumkan pada tanggal 10 Oktober 2019 dari 30 nomine yang mengikuti proses ...

Copyright © KopiMana.com 2018 - All rights reserved
Scroll Top