RajaKomen
pdi perjuangan

Gerakan Rakyat dan PDI-P Tolak Pilkada Lewat DPRD, Dinilai Menggerus Hak Rakyat

30 Des 2025
404x
Ditulis oleh : Admin

Wacana pemilihan kepala daerah (pilkada) melalui Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kembali menuai penolakan. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) dan organisasi kemasyarakatan Gerakan Rakyat secara tegas menilai usulan tersebut berpotensi mengurangi hak politik rakyat dan melemahkan kualitas demokrasi.

Politikus PDI-P Guntur Romli menegaskan bahwa partainya tetap berkomitmen mempertahankan pilkada langsung, di mana rakyat menjadi penentu utama pemimpin daerah. Menurutnya, mekanisme pemilihan melalui DPRD tidak sejalan dengan semangat demokrasi yang dibangun sejak Reformasi.

“Kami menghormati sikap partai lain, tetapi PDI Perjuangan tetap ingin pilkada langsung, bukan melalui DPRD,” ujar Guntur kepada Kompas.com, Senin (29/12/2025).

Efisiensi Dinilai Bukan Alasan Tepat

Guntur menilai alasan efisiensi anggaran yang kerap dikemukakan tidak dapat dijadikan pembenaran untuk membatasi hak politik masyarakat. Ia menekankan bahwa efisiensi seharusnya dimulai dari pembenahan internal pemerintahan, bukan dengan mengurangi ruang partisipasi rakyat.

“Efisiensi tidak bisa dijadikan dalih untuk mengambil hak politik rakyat. Seharusnya efisiensi dimulai dari pengurangan fasilitas dan biaya elite pemerintahan, bukan dengan mengorbankan hak demokratis rakyat,” ujarnya.

Ia juga menilai pilkada tidak langsung sebagai bentuk kemunduran demokrasi. Menurutnya, mekanisme tersebut berpotensi membawa praktik politik nasional kembali ke pola lama yang tertutup.

“Pilkada melalui DPRD adalah kemunduran demokrasi. Saat ini masyarakat masih menghadapi banyak kesulitan dan bencana. Jika pilkada menurut putusan Mahkamah Konstitusi masih berjalan hingga 2031, tidak ada urgensi untuk melempar wacana ini sekarang,” tambahnya.

Gerakan Rakyat Soroti Risiko Politik Elite

Penolakan serupa disampaikan oleh Gerakan Rakyat. Ketua Umumnya, Sahrin Hamid, menyatakan bahwa pemilihan kepala daerah melalui DPRD berisiko mempersempit partisipasi publik dan memperkuat dominasi elite politik.

“Biaya politik bukan alasan yang sah untuk mencabut hak demokratis rakyat. Di tengah krisis kepercayaan publik terhadap lembaga perwakilan, memindahkan pilkada ke DPRD justru berisiko mempersempit partisipasi rakyat dan memperkuat politik elite,” kata Sahrin melalui akun Instagram @sahrinhamid, Jumat (26/12/2025).

Pernyataan tersebut telah diizinkan untuk dikutip oleh SINDOnews. Sahrin menegaskan bahwa demokrasi tidak boleh direduksi hanya menjadi persoalan efisiensi anggaran.

“Kedaulatan berada di tangan rakyat. Demokrasi tidak boleh ditarik kembali ke ruang-ruang kekuasaan yang tertutup,” ujarnya.

Kekhawatiran Terhadap Kemunduran Demokrasi

Baik PDI-P maupun Gerakan Rakyat memiliki kekhawatiran yang sama, yakni potensi menguatnya politik transaksional jika pilkada diserahkan kepada DPRD. Mekanisme pemilihan tidak langsung dinilai rawan lobi elite dan minim transparansi, sehingga dapat menjauhkan rakyat dari proses pengambilan keputusan politik.

Di tengah tingkat kepercayaan publik terhadap lembaga perwakilan yang masih perlu diperkuat, pengalihan hak memilih dari rakyat ke DPRD dinilai berisiko memperlebar jarak antara masyarakat dan pemimpinnya.

Penegasan Posisi Rakyat dalam Demokrasi

Penolakan dari partai politik dan organisasi masyarakat ini menunjukkan bahwa isu pilkada bukan semata persoalan teknis pemilu, melainkan menyangkut prinsip dasar demokrasi dan kedaulatan rakyat. Pilkada langsung dipandang sebagai capaian Reformasi yang harus dijaga keberlanjutannya.

Dengan munculnya penolakan dari berbagai pihak, wacana pilkada melalui DPRD diperkirakan akan terus menjadi perdebatan publik dalam dinamika politik nasional ke depan.

Artikel Terkait
Baca Juga:
Sensasi Rasa: Makanan Viral yang Menggoyang Lidah

Sensasi Rasa: Makanan Viral yang Menggoyang Lidah

Kuliner      

23 Jul 2024 | 1479


Di era digital seperti saat ini, tren makanan viral mampu menciptakan sensasi luar biasa di kalangan para pecinta kuliner. Makanan viral tidak hanya mengundang decak kagum melalui media ...

Kewirausahaan dalam Agribisnis: Menumbuhkan Jiwa Entrepreneurship

Kewirausahaan dalam Agribisnis: Menumbuhkan Jiwa Entrepreneurship

Pendidikan      

16 Feb 2024 | 1101


Agribisnis, sebagai sektor utama dalam perekonomian global, tidak hanya memberikan kontribusi signifikan terhadap penyediaan pangan, tetapi juga menjadi lahan subur untuk pengembangan ...

Panduan Memulai Usaha Rental Mobil dengan Modal Kecil

Panduan Memulai Usaha Rental Mobil dengan Modal Kecil

Tips      

11 Maret 2025 | 479


Memulai usaha rental mobil bisa menjadi peluang bisnis yang menjanjikan, terutama di daerah dengan tingkat mobilitas yang tinggi. Meskipun sering dianggap memerlukan modal besar, sebenarnya ...

Bimbingan Konseling: Jurusan Humanis yang Menjawab Tantangan Pendidikan dan Kehidupan Modern

Bimbingan Konseling: Jurusan Humanis yang Menjawab Tantangan Pendidikan dan Kehidupan Modern

Pendidikan      

29 Jan 2026 | 219


Tantangan kehidupan di era modern tidak hanya berkaitan dengan kemampuan akademik, tetapi juga kesiapan mental, emosional, dan sosial. Banyak pelajar dan masyarakat umum mengalami ...

Buzzer

Media Sosial sebagai Medan Pertempuran Opini Menjelang Pilkada

Politik      

11 Mei 2025 | 654


Memasuki tahun politik, khususnya menjelang pemilihan kepala daerah (Pilkada), media sosial menjadi arena yang sangat dinamis untuk pertempuran opini publik. Dalam konteks ini, kehadiran ...

Strategi SEO 2026 untuk Mengoptimalkan Multimodal Search agar Brand Muncul di Teks, Gambar, dan Suara Sekaligus

Strategi SEO 2026 untuk Mengoptimalkan Multimodal Search agar Brand Muncul di Teks, Gambar, dan Suara Sekaligus

Tips      

30 Apr 2026 | 137


Perkembangan mesin pencari berbasis kecerdasan buatan telah membawa perubahan besar dalam cara informasi ditampilkan kepada pengguna. Jika sebelumnya pencarian hanya berbentuk teks, kini ...

Copyright © KopiMana.com 2018 - All rights reserved
Scroll Top