RajaKomen
pdi perjuangan

Gerakan Rakyat dan PDI-P Tolak Pilkada Lewat DPRD, Dinilai Menggerus Hak Rakyat

30 Des 2025
497x
Ditulis oleh : Admin

Wacana pemilihan kepala daerah (pilkada) melalui Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kembali menuai penolakan. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) dan organisasi kemasyarakatan Gerakan Rakyat secara tegas menilai usulan tersebut berpotensi mengurangi hak politik rakyat dan melemahkan kualitas demokrasi.

Politikus PDI-P Guntur Romli menegaskan bahwa partainya tetap berkomitmen mempertahankan pilkada langsung, di mana rakyat menjadi penentu utama pemimpin daerah. Menurutnya, mekanisme pemilihan melalui DPRD tidak sejalan dengan semangat demokrasi yang dibangun sejak Reformasi.

“Kami menghormati sikap partai lain, tetapi PDI Perjuangan tetap ingin pilkada langsung, bukan melalui DPRD,” ujar Guntur kepada Kompas.com, Senin (29/12/2025).

Efisiensi Dinilai Bukan Alasan Tepat

Guntur menilai alasan efisiensi anggaran yang kerap dikemukakan tidak dapat dijadikan pembenaran untuk membatasi hak politik masyarakat. Ia menekankan bahwa efisiensi seharusnya dimulai dari pembenahan internal pemerintahan, bukan dengan mengurangi ruang partisipasi rakyat.

“Efisiensi tidak bisa dijadikan dalih untuk mengambil hak politik rakyat. Seharusnya efisiensi dimulai dari pengurangan fasilitas dan biaya elite pemerintahan, bukan dengan mengorbankan hak demokratis rakyat,” ujarnya.

Ia juga menilai pilkada tidak langsung sebagai bentuk kemunduran demokrasi. Menurutnya, mekanisme tersebut berpotensi membawa praktik politik nasional kembali ke pola lama yang tertutup.

“Pilkada melalui DPRD adalah kemunduran demokrasi. Saat ini masyarakat masih menghadapi banyak kesulitan dan bencana. Jika pilkada menurut putusan Mahkamah Konstitusi masih berjalan hingga 2031, tidak ada urgensi untuk melempar wacana ini sekarang,” tambahnya.

Gerakan Rakyat Soroti Risiko Politik Elite

Penolakan serupa disampaikan oleh Gerakan Rakyat. Ketua Umumnya, Sahrin Hamid, menyatakan bahwa pemilihan kepala daerah melalui DPRD berisiko mempersempit partisipasi publik dan memperkuat dominasi elite politik.

“Biaya politik bukan alasan yang sah untuk mencabut hak demokratis rakyat. Di tengah krisis kepercayaan publik terhadap lembaga perwakilan, memindahkan pilkada ke DPRD justru berisiko mempersempit partisipasi rakyat dan memperkuat politik elite,” kata Sahrin melalui akun Instagram @sahrinhamid, Jumat (26/12/2025).

Pernyataan tersebut telah diizinkan untuk dikutip oleh SINDOnews. Sahrin menegaskan bahwa demokrasi tidak boleh direduksi hanya menjadi persoalan efisiensi anggaran.

“Kedaulatan berada di tangan rakyat. Demokrasi tidak boleh ditarik kembali ke ruang-ruang kekuasaan yang tertutup,” ujarnya.

Kekhawatiran Terhadap Kemunduran Demokrasi

Baik PDI-P maupun Gerakan Rakyat memiliki kekhawatiran yang sama, yakni potensi menguatnya politik transaksional jika pilkada diserahkan kepada DPRD. Mekanisme pemilihan tidak langsung dinilai rawan lobi elite dan minim transparansi, sehingga dapat menjauhkan rakyat dari proses pengambilan keputusan politik.

Di tengah tingkat kepercayaan publik terhadap lembaga perwakilan yang masih perlu diperkuat, pengalihan hak memilih dari rakyat ke DPRD dinilai berisiko memperlebar jarak antara masyarakat dan pemimpinnya.

Penegasan Posisi Rakyat dalam Demokrasi

Penolakan dari partai politik dan organisasi masyarakat ini menunjukkan bahwa isu pilkada bukan semata persoalan teknis pemilu, melainkan menyangkut prinsip dasar demokrasi dan kedaulatan rakyat. Pilkada langsung dipandang sebagai capaian Reformasi yang harus dijaga keberlanjutannya.

Dengan munculnya penolakan dari berbagai pihak, wacana pilkada melalui DPRD diperkirakan akan terus menjadi perdebatan publik dalam dinamika politik nasional ke depan.

Artikel Terkait
Baca Juga:
Profil Rano Karno

Profil I Nyoman Parta: Membangun Bali Melalui Dedikasi dan Pengabdian

Politik      

7 Jun 2025 | 572


Profil I Nyoman Parta (PDI-P) Daerah Pemilihan Bali menjadi sorotan penting dalam perpolitikan Indonesia, khususnya di Provinsi Bali yang kaya akan budaya dan tradisi. Saat ini, I Nyoman ...

Social Media Marketing di Instagram, Youtube, Playstore, Tiktok, Facebook, Twitter, Gmaps, Detik

Social Media Marketing di Instagram, Youtube, Playstore, Tiktok, Facebook, Twitter, Gmaps, Detik

Tips      

6 Okt 2022 | 1696


Cara Jadi Youtuber Sukses - Jasa View Real Human dari Indonesia Ingin memiliki gaji youtuber milyaran? memiliki penghasilkan youtuber terkenal? Kami berikan rahasianya, cara jadi ...

Saat Corona, Hanyalah Sebuah Mobil Legendaris

Saat Corona, Hanyalah Sebuah Mobil Legendaris

Unik      

17 Maret 2020 | 1895


kopimana.com - Beberapa bulan terakhir, Corona menjadi trending topic dimana-mana. Hal ini berkaitan dengan wabah virus yang tersebar di berbagai Negara. Namun, saat kita berbicara ...

promosi alat olahraga

Pakaian Olahraga dan Toko Alat Olahraga: Strategi Meningkatkan Visibilitas Bisnis Anda

Tips      

8 Jun 2025 | 584


Dalam era digital saat ini, keberhasilan sebuah bisnis sangat dipengaruhi oleh keberadaan dan visibilitas online-nya. Salah satu sektor yang semarak adalah industri pakaian olahraga dan ...

Strategi Konten Viral Meningkatkan Penjualan Untuk UMKM

Konten Viral sebagai Strategi Marketing: Bagaimana Cara Kerjanya?

Tips      

26 Maret 2025 | 510


Di era digital saat ini, strategi pemasaran terus berkembang dengan berbagai inovasi baru. Salah satu metode yang paling efektif dalam meningkatkan visibilitas brand adalah melalui strategi ...

Sejarah Kerajaan Cirebon

Sejarah Kerajaan Cirebon

Fakta      

16 Mei 2022 | 2052


Kerajaan Cirebon adalah kerajaan bercorak Islam atau kesultanan yang terletak di Cirebon, Jawa Barat. Sejarah berdirinya Kerajaan Cirebon berawal pada abad ke-14. Kerajaan Cirebon mencapai ...

Copyright © KopiMana.com 2018 - All rights reserved
Scroll Top